Agri Unggul Berhasil Kendalikan Inflasi

SINDEKA.id – Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2023 yang diselenggarakan secara daring oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, baru-baru ini.
Rakornas dipimpin langsung Mendagri Tito Karnavian.
Ditemui usai rakornas, Bupati Eddy Berutu menegaskan cuaca dengan fenomena Elnino dapat mempengaruhi produktifitas hasil pertanian. Oleh karena itu, kata Bupati, diperlukan langkah-langkah konkrit dan cepat dalam mengevaluasi progres pengendalian inflasi secara nasional ke daerah.
“Gejala Elnino dapat menghambat laju produksi pertanian kita. Oleh karena itu kita perlu antisipasi,” kata Bupati.
Eddy Berutu melanjutkan pemerintah akan menyiapkan dana dekonsentrasi untuk itu.
Bupati berharap dana itu bisa tersalur melalui provinsi. “Ini adalah salah satu langkah konkrit di samping kita akan melakukan mitigasi mempersiapkan program apabila itu terjadi,” kata Bupati.
Selanjutnya, kata Bupati, ada beberapa hal lain yang menjadi langkah konkrit yang sudah dilakukan Pemkab Dairi antara lain operasi pasar murah di kecamatan, gerakan tanam serentak tanaman hortikultura di KPT Parbuluan V, serta tanaman Sorgum di Kecamatan Tigalingga, Kerjasama Antar Daerah dengan Pemkot Medan, dan yang tidak kalah penting adalah mengawasi harga pasar.
“Langkah lain, kita sampaikan pada masyarakat semua untuk mengubah pola hidup kita agar lebih hemat dan cermat, sehingga biaya rumah tanggapun bisa terkendali, kita mulai dari diri kita,” ujarnya.
Hal lain, kata Bupati, adalah persiapan hari besar Idul Adha. Disebut Bupati, jelang hari besar seperti Idul Adha tentu permintaan untuk beberapa kebutuhan dan komoditi akan meningkat tajam. Untuk itu, Pemkab Dairi meminta Satuan Tugas (Satgas) pangan yang memang sudah jalan secara rutin untuk lebih aktif melakukan monitoring stok di pasar termasuk monitoring harga bahan pokok.
“Kita semua pemerintah dari jajaran tertinggi hingga terendah selalu berupaya mengatasi inflasi ini. Jadi kami minta masyarakat tidak perlu khawatir, tapi tidak perlu terlalu konsumtif,” katanya mengakhiri wawancara.
Sebelumnya, dalam rakor, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan, angka inflasi nasional year on year (y-o-y) sebesar 4,4% Mei tahun ini terhadap Mei tahun lalu. Meski angka inflasi terkendali, Presiden Jokowi menempatkan isu pengendalian inflasi menjadi isu penting pada acara Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda Tahun 2023 ini.
Mendagri menekankan kembali mengenai upaya konkret Pemda dalam Pengendalian Inflasi Daerah.
Disebutkan, ada 46 kabupaten/kota yang mengalami inflasi di atas angka inflasi nasional, sehingga diperlukan kesiapsiagaan terutama dengan munculnya gejala alam Elnino.
“Perlu kesiapsiagaan mengantisipasi krisis pangan akibat dampak Elnino dengan peningkatan produksi bahan pangan, kesiapan off-taker menampung hasil produk pertanian, serta kematangan Grandplan (red;rencana besar) mengendalikan inflasi ini,” ujarnya.
Hadir juga dalam Rakor secara daring ini, Sekda Budianta Pinem, Asisten Perekonomian JW Purba, Kepala Inspektorat Edy Banurea, Kepala BKAD Dekman Sitopu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dairi Charles Bancin, Kabag Perekonomian Lipinus Sembiring, serta perwakilan dari OPD terkait.
Gelar Pasar Murah Tekan Inflasi dan Menjaga Harga Kebutuhan Pokok Stabil
Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu meninjau langsung pelaksanaan pasar murah di di berbagai tempat. Pada kesempatan itu menurut Bupati Eddy Berutu, operasi pasar ini untuk menjaga pasokan dan stabilisasi harga bahan pangan dan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat, terutama pada bulan puasa tahun ini.
Bupati menambahkan operasi pasar murah ini jadi salah satu langkah strategis menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga komoditas bahan pokok tidak melambung tinggi.
“Operasi pasar ini diharapkan dapat membantu warga ekonomi menengah ke bawah guna mendapat bahan pangan murah dan terjangkau,” kata Bupati.
“Saya senang bisa hadir di sini. Tadi saya mendapat masukan dari warga agar kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan. Segala masukan akan kita bahas bersama dinas terkait dan bagian perekonomian,” kata Bupati menambahkan.
Pasar murah inipun ramai diserbu warga ber-KTP Kecamatan Sumbul. Elisahti boru Girsang contohnya. Ibu rumah tangga ini mengaku bersyukur pemerintah menggelar pasar murah ini seraya berharap kegiatan serupa bisa digelar berkelanjutan.
“Kami bersyukur atas kegiatan ini, terima kasih Pak Bupati sudah menggelar pasar murah ini. Maunya setiap pasar di hari Selasa bisa diadakan dan bisa dilakukan berkelanjutan,” katanya seraya tertawa.
Operasi pasar murah tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Dairi bersama Bulog Medan. Pasar murah ini menjual beberapa kebutuhan pokok seperti Beras 10 kg, gula pasir 2 kg, dan minyak goreng 2 kg dalam satu paket dengan harga Rp. 148 ribu.
Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Perindagkop Iwan Taruna Berutu, Kadis Perhubungan Parulian Sihombing, Tim dari Bulog Medan, serta tim PD Pasar Sidikalang.
Surplus Empat Pangan Strategis
Dari lima komoditas pangan strategis kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara, empat di antaranya dinyatakan sebagai komoditas surplus Kabupaten Dairi. Keempat komoditas tersebut yaitu beras, cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah.
Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Utara Eddy Rahmayadi dalam High Level Event Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Sumatera Utara Tahun 2023, bertempat di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumatera Utara, belakangan ini.
Menanggapai sambutan tersebut, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu membenarkan data yang dipaparkan tersebut.
“Untuk saat ini kita memang sudah surplus untuk keempat komoditas pangan strategis dimaksud. Sementara untuk komoditas pangan strategis bawang putih, kita masih harus impor 100% dari luar daerah,” kata Eddy Berutu.
Mengatasi kekurangan tersebut, kata Eddy, Pemerintah Kabupaten Dairi telah berupaya untuk mempelajari dan meninjau kembali daerah-daerah di Kabupaten Dairi yang potensial untuk bertani bawang putih, sehingga Kabupaten Dairi dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakatnya.
“Dengan adanya surplus tersebut, tentunya Pemerintah Kabupaten Dairi ingin berpartisipasi dalam menstabilkan inflasi di Indonesia, khususnya Sumatera Utara. Salah satunya, kita sudah tanda tangan perjanjian kerja sama dengan Pemkot Medan,” ujar Eddy.
Disampaikan Eddy, dengan menjalin kerja sama dengan Pemkot Medan, maka inflasi di Sumatera Utara dapat terkendali, mengingat Kota Medan merupakan penyumbang inflasi di Sumatera Utara.
“Kita juga suda ada Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) di Kecamatan Parbuluan V, hasil panen dari KPT itu sudah kita jual ke Kota Medan dengan harga Rp 23.000/kg, harga ini lebih tinggi dari harga pasar saat ini. Dapat kita katakan, petani kita untung,” ujar Eddy.
Selain empat produk tersebut, kata Eddy, Kabupaten Dairi juga surplus untuk komoditas jagung. Sentra jagung Dairi terdapat di Tanah Pinem, Gunung Sitember, dan Tigalingga. Potensi ini juga akan dijajaki kembali untuk dijalin kerjasama dengan daerah lainnya.
“Jagung kan bahan utama pembuatan pakan ternak, kalau harga jagung stabil, maka harga pakan ternak juga stabil. Sehingga, untuk ayam potong dan telur, harganya juga bisa stabil,” kata Eddy.
Selain itu, untuk komoditas peternakan strategis, seperi domba dan kambing, Kabupaten Dairi telah mampu memenuhi kebutuhannya 100%.
“Meski demikian, seperti yang disampaikan Inspektur Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir, pemerintah daerah tidak boleh lengah. Harus tetap bekerja keras di tengah gejolak inflasi dunia. Maka dari itu, saya berharap agar kita semua dapat bekerja sama dalam menjaga kestabilan pangan ini,” kata Eddy.
Tekan Inflasi, Kerjasama dengan Daerah Lain
Pemerintah Kabupaten Dairi bersiap jalin Kerjasama Antar Daerah (KAD) dengan Pemerintah Kota Medan. KAD tersebut dilakukan sebagai upaya pengendalian inflasi daerah.
Bupati Dairi Eddy Berutu, mengatakan, perjanjian kerjasama antar daerah ini untuk pengendalian inflasi daerah.
“Hari ini di Balai Kota Medan, kepada Walikota Medan bapak Bobby Nasution, saya sudah memaparkan kesiapan Pemkab Dairi untuk pemenuhan kebutuhan pangan,” kata Bupati Eddy Berutu, di Medan.
Eddy Berutu menjelaskan, dalam pertemuan itu, mengaku bangga diberi kepercayaan Pemko Medan untuk mengendalikan inflasi sesuai arahan Presiden RI.
“Kami berharap ini bisa difinalkan. Saya percaya apa yang dilakukan ini akan memberikan inspirasi bagi daerah lain,” jelas Bupati Dairi.
Menurut Eddy Berutu, Pemkab Dairi sudah menyiapkan lahan untuk memproduksi holtikultura di Kecamatan Parbuluan. Kata dia, lahan itu tidak hanya ditanami cabai saja tapi juga bawang merah, kubis dan kentang.
“Lahannya sangat strategis, dekat dari Bandara. Di sana sumber air sangat mendukung. Kita juga sudah mempersiapkan rencana produksi sampai tahun 2025. Lahan itu juga sudah ditanami para petani dan petani wajib menjadi anggota koperasi,” paparnya.
Sementara itu, Walikota Medan, Bobby Nasution, didampingi Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman beserta pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemko Medan mengatakan, KAD ini dilakukan untuk menindak lanjuti instruksi Presiden RI Joko Widodo agar Pemerintah Daerah dapat menekan angka inflasi di bawah 5 persen.
“Kami coba menindaklanjuti instruksi Bapak Presiden dengan ikut mengendalikan inflasi, terutama di bidang pangan. Salah satu solusi yang dilakukan menjalin kerjasama dengan daerah penghasil komoditi pangan di Sumut, salah satunya Kabupaten Dairi,” kata Bobby Nasution.
Diungkapkan Bobby, ketika Kepala Daerah diundang Presiden beberapa waktu lalu terkait pengendalian inflasi, dirinya bersama Bupati Dairi telah berdiskusi bagaimana mengendalikan inflasi secara langsung yang bisa dilakukan Pemko Medan dan Pemkab Dairi.
“Pak Bupati Dairi berkenan memberikan kita lahan untuk bisa ditanami petani Dairi dengan kepastian off taker adalah masyarakat Kota Medan melalui Pemko Medan. Kita menunjuk PUD Pasar Kota Medan yang nanti akan melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan koperasi pertanian di Dairi,” ungkapnya.

Cabai Merah dan Peran Kabupaten Dairi Sukseskan Gerakan Nasional Pengendalian
Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan rasa bangga Kabupaten Dairi punya peran yang besar dalam pengendalian inflasi pangan di Indonesia, khususnya Sumatera Utara.
Hal ini disampaikan Bupati saat menghadiri acara Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Tahun 2023, yang diselenggarakan di Aula Raja Inal Kantor Gubernur Sumatera Utara, baru-baru ini.
Acara yang dibuka langsung Gubernur Sumut Eddy Rahmayadi ini mengusung tema “Sinergi dan Inovasi untuk Ketahanan Pangan Melalui Peningkatan Produktivitas, Nilai Tambah, dan Kerja Sama Antar Daerah Terintegrasi Membawa Sumut Semakin Menjadi Bermartabat”.
Peran yang telah dilakukan Dairi, kata Bupati Eddy Berutu, memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Medan dengan meneken MoU penanaman hortikultura, khususnya cabai di Desa Parbuluan V, Kecamatan Parbuluan.
Dalam MoU itu, Kabupaten Dairi menyediakan lahan dan menanam cabai sementara Pemko Medan sebagai off taker atau pembeli dengan harga stabil.
“Hasil MoU itu sudah kita buktikan hari ini dengan kedatangan 2,5 ton cabai dari Parbuluan tiba di Kantor Gubsu di Medan. Kita ingin menunjukkan bahwa Dairi bisa mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat luas, dengan mengekspor produk unggulan komperatif di sektor pertanian, yaitu cabai merah,” kata Eddy Berutu.
Kehadiran Pemerintah Kabupaten Dairi dalam pengendalian inflasi kelompok pangan di Sumatera Utara, diharapkan dapat merumuskan langkah antisipatif pengendalian inflasi dari sisi supply (penawaran) guna mendukung ketahanan pangan yang integratif, masif, dan berdampak hingga tingkat nasional.
Sebagai informasi, pertemuan GNPIP Sumatera Utara 2023, akan disertai dengan pelepasan produk unggulan komperatif oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. (*)




