Advertorial

Kejayaan Kopi Sidikalang dalam Agri Unggul

SINDEKA.id – Kabupaten Dairi merupakan daerah yang memiliki potensi yang cukup baik untuk pengembangan budidaya tanaman kopi. Potensi ini didukung dengan luas lahan, kondisi tanah, topografi, dan kondisi iklim yang sangat mendukung terhadap kualitas cita rasa yang sudah dikenal secara luas di pasar nasional maupun internasional.

Kopi Sidikalang memiliki cita rasa yang mirip cokelat, sedikit manis, wangi, cocok dikonsumsi bagi lambung yang bermasalah dan long after taste (daya tahan rasa kopi yang tertinggal di mulut dan tenggorokan).

Mengingat potensi tersebut, Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu menetapkan beberapa langkah strategis untuk mengembalikan kejayaan Kopi Sidikalang yang saat ini total produksinya mengalami penurunan sebagai akibat dari beberapa faktor.

Langkah-langkah strategis tersebut meliputi intensifikasi kopi dan ekstensifikasi kopi.

Intensifikasi kopi merupakan upaya meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman kopi serta meningkatkan produktivitas tanah. Program yang telah dilakukan untuk mendukung strategi intensifikasi kopi meliputi penyediaan sarana produksi pertanian berupa pupuk, pestisida, dan alat mesin pertanian (alsintan) yang bersumber dari dana APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN, maupun pihak swasta.

Pemerintah Kabupaten Dairi juga melakukan training of trainer (TOT) dan pendampingan budidaya kopi melalui kerja sama dengan Bank Indonesia untuk membina empat kelompok tani di dua demplot, kerja sama dengan Louis Dreyfus Company (LDC) untuk membina 901 petani, dan kerja sama dengan Hanns R. Neuman Stiftung (HRNS) untuk membina 3.000 petani dan 20 orang penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Pemkab Dairi juga kerja sama dengan PT. Pusri Agro Lestari (PAL) untuk membina empat kelompok, kerja sama dengan Polbangtan Kementerian RI untuk membina satu desa mitra di Parbuluan IV kelompok tani Pahottas dan pembinaan kepada 32 penyuluh pertanian lapangan, serta melakukan bimbingan good agriculutre practice (GAP) di lima kecamatan dengan jumlah peserta sebanyak 1.112 orang yang bersumber dari dana APBD.

Mendukung intensifikasi kopi, juga dilakukan pendampingan dan pembinaan petani kopi melalui PPL di lapangan serta program Desa Devisa bekerjasama dengan Lembaga Pembiayaan Eksport Indonesia (LPEI), mulai dari budidaya, pengolahan sampai dengan pemasaran (rencana kick off semester II Tahun ini).

Pemerintah Kabupaten Dairi juga melakukan program ekstensifikasi kopi melalui penetapan sentra Kopi Arabika yang terdapat di Kecamatan Parbuluan, Sitinjo, Sumbul, Sidikalang, Siempat Nempu Hulu, Pegagan Hilir dan sentra Kopi Robusta di Kecamatan Pegagan Hilir, Berampu, Lae Parira, Siempat Nempu, Silima Pungga-Pungga, Siempat Nempu Hilir.

Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) juga menyediakan sarana produksi komoditi kopi guna membantu petani dalam menanam hingga memanen hasil kopinya.

Penyediaan sarana produksi yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten antara lain pulper untuk pengolahan cherry menjadi gabah, huller untuk pengolahan dari gabah ke green bean, solar dryer sebagai rumah pengering, serta alat pelobang tanam kopi.

Sejak dipimpin Eddy Berutu, Pemerintah Kabupaten Dairi juga menetapkan target tanaman kopi baru sebanyak 5.000 ha sepanjang tahun 2019 – 2024 melalui penyediaan bibit bersertifikat yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten Dairi, menjalin kerja sama pola kemitraan, dan penyediaan skema Kur Klaster.

Diketahui pada tahun 2022 pemerintah telah memperoleh total capaian luas tanam kopi sebesar 1.756,64 ha. Pada tahun 2023, terdapat penambahan perluasan sebesar 100 ha untuk Kopi Arabica, dengan rincian 20 ha di Kecamatan Gunung Sitember, 30 ha di Kecamatan Parbuluan, 20 ha di Kecamatan Sidikalang, dan 30 ha di Kecamatan Pegagan Hilir.

Guna mensuskeskan program KUR Klaster dan membantu petani dalam hal permodalan, Pemerintah Kabupaten Dairi juga menjalin kerja sama dengan PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (BPD Sumut) untuk memberikan bantuan kluster kopi kepada petani.

Data yang diperoleh menjelaskan hingga tahun 2022, sebanyak 26 petani kopi telah memperoleh kur kluster kopi dengan total akad sebesar Rp. 518.000.000 dan total luasan lahan 18,5 ha.

Petani Milenial Mendukung Kejayaan Kopi Dairi

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Parbuluan melakukan pelatihan kepada Kelompok Tani Muda Mudi Huta Napa, Desa Parbuluan III, Kecamatan Parbuluan, baru-baru ini.

PPL Desa Parbuluan II Johanes Purba menyampaikan pelatihan ini dilakukan untuk mendukung program Bupati Dairi Eddy Berutu yaitu mengembalikan kejayaan Kopi Dairi.

“Yang kita latih adalah petani muda termasuk petani milenial. Kita harapkan program Bupati Dairi dapat terwujud dan terlaksana,” kata Johanes.

Selain mengembalikan kejayaan Kopi Dairi, ujar Johanes, pelatihan juga dilakukan pada tanaman hortikultura.

“Terlebih di Parbuluan merupakan sentra tanaman hortikultural seperti cabai, kentang, kubis, dan tomat. Jadi kita juga mengadakan pendampingan kepada seluruh petani,” ujar Johanes.

Lebih lanjut, Johanes menyampaikan sistem pelatihan yang diterapkan adalah diskusi, sehingga terjalin komunikasi dua arah antara petani dan penyuluh.

“Pertemuan selanjutnya kita akan buat praktik lapangan sehingga petani kita mengenal, ini hamanya, ini serangannya, ini penyakitnya dan ini cara pengendaliannya,” kata Johanes.

Selanjutnya Johanes menyampaikan, bukan hanya mengembalikan kejayaan Kopi Dairi, program ini juga untuk mewujudkan visi misi Pemerintah Kabupaten Dairi yaitu Agri Unggul.

Dukungan Desa Parbuluan I Optimis Wujudkan Kejayaan Kopi Sidikalang,

Masyarakat Desa Parbuluan I menyambut baik program pencanangan tanaman sejuta kopi di Kabupaten Dairi untuk mengembalikan kejayaan Kopi Sidikalang.

Hal ini disampaikan Kepala Desa Parbuluan I Parihotan Sinaga dalam Sosialisasi Program Dukungan Teknis Kepada Petani Kopi Arabika di Desa Parbuluan I, Kecamatan Parbuluan, beberapa hari lalu.

“Ini semua berkat inisiatif penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Parbuluan sebagai respons terhadap arahan yang diberikan Bupati Dairi Eddy Berutu,” kata Parihotan.

Sebelumnya, kata Parihot, tanaman kopi merupakan tanaman ketujuh, artinya tidak menjadi tanaman pokok. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan petani dalam menjadikan kopi sebagai tanaman yang dapat menghidupi kebutuhan sehari-hari.

“Memang dahulu sudah pernah di tanam kopi tapi itu sudah sangat lama dan pengurusannya tidak dilakukan secara maksimal. Itu karena para petani merasa tidak bisa menggantungkan hidup untuk biaya sekolah anak pada kopi tersebut,” ujar Parihot.

Selanjutnya, pria berusia 50 tahun tersebut menjelaskan keinginan petani Desa Parbuluan I untuk kembali menanam kopi juga dikarenakan adanya kebijakan pemerintah untuk mengurangi alokasi pupuk bersubsidi sejak tahun 2020.

“Sekarang petani berniat untuk bertanam kopi lagi. Kami sebagai aparat desa menyambut keinginan dari petani-petani kami. Sehingga melalui pembinaaan yang dilakukan hari ini dan beberapa minggu ke depan, tanaman kopi yang mereka tanam bisa menghasilkan dan menghidupi keluarga mereka kelak” kata Parihot.

Lebih lanjut, Parihot menjelaskan saat ini masyarakat Desa Parbuluan I sedang giat menanam kopi dari berbagai jenis. Mereka juga mendapat bantuan bibit kopi dari pemerintah kabupaten dan provinsi.

Pada kesempatan yang sama, Parihot menyampaikan harapannya kepada pemerintah untuk memberikan dukungan lebih kepada Desa Parbuluan I berupa pembinaan dan pendampingan.

“Kami juga mohon bantuan ilmu dari PPL yang sampai saat ini kami telah bekerjasama dengan baik. Dan juga kepada dinas terkait agar bisa melakukan sosialisasi-sosialisasi kepada pemerintah desa dan kelompok tani,” kata Parihot,

“Kami optimis program ini dapat terwujud melalui kerjasama yang baik dari seluruh pihak. Harapannya program ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Dairi dan mewujudkan agri unggul.” kata Parihotan.

Dukung Hadirnya Sekolah Kopi Untuk Kejayaan Kopi Sidikalang

Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu menerima kunjungan Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Parulian Medan Sopar Siburian dan Staf Ahli Yayasan Pendidikan Parulian Medan Agus Marwan, beberapa waktu lalu di ruang kerja Bupati. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menyampaikan serta menerima saran dan masukan terkait dengan rencan pendirian sekolah SMK Kopi di Kabupaten Dairi oleh Yayasan Pendidikan Parulian Medan.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Eddy Berutu mengatakan Pemerintah Kabupaten Dairi sangat mendukung program dari Yayasan Pendidikan Parulian Medan yang merencanakan akan mendirikan sekolah kopi di Kabupaten Dairi. Hal diutarakan Bupati karena pendirian sekolah, salah satunya sekolah kopi merupakan salah satu program yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Dairi. Terkait dengan pengembangan Kopi Sidikalang, Bupati Eddy juga menyampaikan dalam rangka mengembalikan kejayaan Kopi Sidikalang, Pemerintah Kabupaten Dairi yang juga tertuang dalam RPJMD melakukan program penanaman 5 juta batang kopi dan telah tertanam sebanyak 1.800.000 batang kopi di beberapa daerah.

“Saya telah bertekad akan mewujudkan RPJMD menuju era digitalisasi. Kami juga telah menerapkan teknologi pertanian modern (smart farming) untuk budidaya kopi, yakni dengan berbasi s Internet Of Things (IOT). Dengan berbagai langkah yang telah kami lakukan itu, keyakinan masyarakat terhadap pengembangan Kopi Sidikalang mulai tumbuh,” ucap Bupati.

Selain terhadap pengembangan Kopi Sidikalang, Bupati Eddy Berutu juga menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Dairi melakukan pelatihan kepada para UMKM yang ada di Kabupaten Dairi melalui program inkubasi bisnis melalui kerjasama dengan PT. Bank Mestika, dimana para UMKM tersebut diberikan ilmu dan pengetahuan bagaimana cara mengembangkan usahanya.

Sementara itu, Sopar Siburian mengatakan potensi yang dimiliki oleh anak anak Kabupaten Dairi sangat luar biasa, namun belum ada klaster untuk sekolah seperti halnya sekolah kopi. Diutarakan Sopar bahwa Kabupaten Dairi terkenal akan kopinya, yakni Kopi Sidikalang, sehingga hal tersebutlah yang medorong pihaknya untuk mendirikan sekolah kopi di Kabupaten Dairi. Senada dengan Sopar Siburian, Agus Marwan mengatakan pihaknya telah melakukan konsultasi serta koordinasi dengan Asosiasi Ekspor Kopi Indonesia (AEKI) Sumatera Utara terkait rencana pendirian sekolah kopi.

“Sekolah kopi ini nantinya diharapkan akan menjadi ikon baru di Kabupaten Dairi. Oleh karena itu, kami harapkan perlu adanya sinergitas dari pemerintah agar pendirian sekolah dimaksud dapat berjalan dengan baik,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Staf Ahli Yayasan Pendidikan Parulian Medan Agus Marwan menyerahkan buku berjudul Pembangunan Literasi Bangsa kepada Bupati Dairi.

Selenggarakan Festival Kopi Sidikalang

Bupati Dairi, Dr. Eddy Keleng Ate Berutu membuka secara resmi penyelenggaraan festival Kopi Sidikalang ke-4 yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Dairi, beberapa waktu lalu di Balai Budaya Sidikalang, Kabupaten Dairi.

Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu dalam sambutannya menyampaikan salah satu isu strategis prioritas pembangunan Kabupaten Dairi adalah mewujudkan Agri Unggul yaitu dengan mengembangkan pengelolaan pertanian yang cerdas dan berbasis teknologi.

Dikatakannya, kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan Kembali kejayaan Kopi Sidikalang dan memberikan pemahaman, meningkatkan kemampuan dan membantu para pelaku IKM/ UKM untuk meningkatkan daya saing bagi para pelaku usaha di Kabupaten Dairi.

“Kita berharap dengan adanya kegiatan ini dapat mengembangkan inovasi, desain dan diversifikasi produk IKM yang ada di Kabupaten Dairi agar mampu bersaing pada pasar ekspor dan membantu para pelaku industri dan bahkan petani Kopi untuk mempromosikan produknya kepada masyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya, Ketua BPD Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut, Saidul Alam mengatakan AEKI telah mengikuti festival Kopi Sidikalang 4 kali secara berturut-turut. Diakuinya, setiap tahun festival Kopi Sidikalang menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“Kami melihat bahwa Kopi Sidikalang akan Kembali jaya dan semakin baik setiap tahunnya dan kita percaya Kopi Sidikalang adalah Kopi Legenda Indonesia. Kami yakin kejayaan Kopi Sidikalang akan berkibar lagi dan hingga saat ini kami tetap bekerjasama dengan Dairi melalui karang taruna,” ujarnya.

Setelah Festival Kopi Sidikalang dibuka secara resmi, Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Ketua PKK Kab. Dairi Ny. Romy Mariani Eddy Berutu melakukan kunjungan ke stand-stand IKM peserta Festival Kopi Sidikalang.

Festival Kopi Sidikalang yang ke -4 ini berlangsung dengan meriah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, mengingat pandemic covid-19 belum berakhir. Dan acara ini juga disiarkan secara langsung di Youtube dan Facebook, agar masyarakat Kabupaten Dairi khususnya dapat menyaksikan langsung tanpa harus hadir ke lokasi Festival Kopi Sidikalang.

Kegiatan Festival Kopi Sidikalang turut dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Dairi Ny. Romy Mariani Eddy Berutu, Sekda Dairi, Drs. Leonardus Sihotang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Dairi, Surung Charles Bancin, Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI), Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), Exportir, Kepala Cabang BRI Sidikalang, MPIG Kopi Robusta, Maspigas, IKM/UKM, Komunitas Kopi. Lembaga Penelitian dan Pelaku usaha Kopi.

Untuk informasi, Penyelenggaraan Festival Kopi Sidikalang dirangkai dengan Kompetisi Kopi Green Bean Arabica dan Robusta, Lomba Cupping Fun, Manual Brewing V60, Contes Baristra, Virtual Review dan Webinar potensi Kopi Sidikalang. Para peserta berasal dari kalangan Petani (Kelompok Tani), Eksportir Kopi, IKM, Cofee Shop/Café, Komunitas Kopi, Lembaga Penelitian dan pelaku usaha Kopi.

Program ‘Rabu Ngopi’ Direspon Positif oleh Masyarakat

Untuk mengembalikan kejayaan Kopi Sidikalang yang sejak dulu merupakan ikon Kabupaten Dairi, Pemkab Dairi telah melakukan himbauan kepada seluruh instansi pemerintah dan swasta untuk mengkonsumsi kopi asli Sidikalang setiap hari Rabu.

Hal demikian pun direspon positif oleh masyarakat. Warga Desa Bangun, Kecamatan Parbuluan sangat mengapresiasi adanya himbauan tersebut.

“Saya sendiri mendukung adanya program ini, kebetulan mayoritas masyarakat di Desa kami 90% adalah petani kopi. Kami sudah kembangkan kopi, namun kami tetap meminta kepada Pemkab Dairi untuk dapat melakukan pembinaan budidaya kopi di Desa Bangun, karena banyak petani kurang paham bagaimana budidaya kopi yang sebenarnya sehingga dengan adanya nanti pelatihan budidaya ini hasil kopi dari Desa Bangun bisa sesuai dengan harapan dan masuk di kancah nasional serta internasional,” ujar Kepala Desa Bangun Japirin Sihotang didampingi warganya Waldin Sihotang, dan Herbin Limbong, beberapa waktu lalu di ruang kerjanya.

Disampaikan Japirin, Desa Bangun sangat mendukung adanya program Rabu Ngopi ini dan berharap Pemkab Dairi juga dapat mengikutsertakan kopi dari Desa Bangun untuk dapat dicicipi nantinya.

Sementara itu, Kadis Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi, Robot Simanullang SAB MAB menuturkan beberapa upaya telah dilakukan untuk mengembalikan kejayaan kopi Sidikalang. Diakui Robot, saat ini Dinas Pertanian fokus dalam peningkatan kapasitas PPL, sehingga PPL betul-betul dapat mendampingi petani dengan baik dan sesuai dengan harapan serta berkerjasama dengan beberapa lembaga.

“Untuk mengembangkan kejayaan kopi Sidikalang ini, Pemerintah sudah menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga seperti Louis Direkfus Company (LDC), Hanss R Nevmans Stiftung (HRNS) yang melakukan pendampingan ke petani tentang budidaya kopi yang baik, Bank Indonesia (BI) memberikan Demplot Gapoktan berkarya, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) peningkatan kapasitas penyuluh, PT Pusru Agro Lestari sekolah tani dan Demplot, KUR Klaster kopi, Good Agrotune Practces (GAP) dari APBD memberikan pendampingan dan pelatihan ke petani, serta Farmers Meeting kunjungan ke pertemuan kelompok di saung tani,” ujarnya.

Disampaikannya, PPL yang sudah dibina nantinya akan terus mendampingi petani dan memastikan bibit kopi yang diberikan betul-betul ditanam dan dirawat dengan baik.

Robot juga sampaikan bahwa kualitas bibit yang kita berikan adalah bibit yang bagus serta produksi tinggi sehingga berharap petani kopi jangan ragu akan kualitas bibit yang diberikan.

Sertifikat IG, Bukti Komitmen Mengembalikan Kejayaan Kopi Sidikalang

Siapa yang tidak mengenal Kopi Sidikalang, khususnya para penikmat kopi atau kalangan yang bergelut di ‘dunia kopi’. Karena, sejak dulu kala Kopi Sidikalang sudah tersohor hingga ke penjuru negeri. Sudah sejak lama Kopi Robusta menjadi tanaman Primadona di kalangan petani di Kabupaten Dairi, yang akrab di kenal dengan nama Kopi Sidikalang.

Kopi Robusta Sidikalang pun mencapai masa keemasannya dengan harga yang sangat menguntungkan bagi para petani di kala itu. Sampai kemudian pada akhir tahun 1990-an, jenis Kopi Robusta di Sidikalang mengalami serangan hama. Sehingga petani saat itu kewalahan melakukan antisipasi hingga membiarkan tanaman kopinya tanpa perawatan dan bahkan ditinggalkan. Tidak sedikit juga para petani kopi di Dairi kala itu mengganti jenis tanaman kopi robusta yang ada di lahan kebunnya dengan jenis tanaman lain.

Namun, saat ini Kopi Robusta Sidikalang sedang mengalami harga yang cukup baik. Bahkan, kopi jenis robusta yang sudah sangat tersohor itu kian hari menjadi langka, dengan semakin tingginya permintaan pasar terhadap produk Kopi Sidikalang. Tidak hanya jenis Kopi Robusta Sidikalang, namun jenis Kopi Arabika Sidikalang yang juga banyak diproduksi oleh para petani kopi di Dairi memiliki harga yang semakin menjanjikan. Jenis-jenis kopi varietas asli dari daerah Pegunungan Kabupaten Dairi ini pun semakin memikat para produsen olahan kopi dari berbagai penjuru yang lebih mengincar kopi asli Sidikalang. Karena memang sejak dulu, kopi sidikalang memiliki aroma dan rasa yang sangat khas yang dipengaruhi letak geografis dan topografis Kabupaten Dairi yang tidak dimiliki oleh daerah-daerah lain di Indonesia.

Tentu harga kopi Sidikalang yang semakin menjanjikan bagi para petani Dairi dengan produk aslinya yang merupakan hasil bumi ‘Sulang Silima’ ini tidak terlepas dari keberhasilan Pemerintah Kabupaten Dairi, dalam meraih Sertifikat Indikasi Geografis (IG) atas Kopi Sidikalang dari Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham di Tahun 2019, yang merupakan tahun-tahun awal kepemimpinan Bupati Dairi, Eddy Berutu.

Keberhasilan Kabupaten Dairi dalam mendapatkan Sertifikat IG atas kopi Sidikalang ini menjadi langkah awal sebagai fondasi baru yang dibangun oleh Bupati Eddy Berutu untuk ‘Mengembalikan Kejayaan Kopi Sidikalang’, dalam mengusung visi-misi Dairi Unggul dengan program Dairi Unggul yang digulirkan di awal pemerintahannya.

Dan di awal kepemimpinannya itu, tanpa menunggu lama Bupati Eddy Berutu langsung mendaftarkan Sertifikat Perlindungan Indikasi Geografis (IG) atas Kopi Sidikalang ke Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham. Melalui berbagai tahapan dan proses penilaian yang langsung dilakukan oleh tim Kemenkumham yang terjun langsung ke Dairi di masa itu, akhirnya harapan dari para pegiat kopi di Dairi yang selam ini ditunggu-tunggu akhirnya berhasil diraih.

Sebagaimana diketahui, Sertifikat Indikasi Geografis (IG) ini semacam hak cipta atau hak paten atas sebuah produk alam yang dihasilkan suatu daerah, yang dapat menaikkan harga dari produk yang di daftarkan ke Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham. Sama halnya dengan Kopi Sidikalang, yang akhirnya berhasil meraih Sertifikat Indikasi Geografis (IG) menjadikan Kopi Sidikalang semakin memiliki harga jual yang lebih tinggi yang berdampak pada peningkatan pendapatan para petani kopi dan pegiat kopi yang ada di Kabupaten Dairi.

“Keuntungan dari sertifikasi ini bagi petani kopi ialah memberikan perlindungan terhadap nama geografis asal produk, jaminan keaslian asal suatu produk, dan peningkatan penerimaan produsen kopi yang ada di Dairi. Dan sertifikasi ini dapat menaikkan harga jual Kopi Sidikalang menjadi lebih mahal.” terang Bupati Dairi, Eddy Berutu.

Bupati Eddy Berutu juga menyampaikan dengan Sertifikat Indikasi Geografis (IG) yang sudah di raih saat mengawali salah satu program di sektor pertanian yakni program Agri Unggul diyakini membuka pasar yang lebih luas untuk Kopi asal Kabupaten Dairi, yakni dikenal dengan Kopi Sidikalang. Tentu ini menjadi tangga selanjutnya untuk menarik investasi dan kerjasama bisnis di dunia kopi dengan berbagai pihak yang memberikan keuntungan bagi para pelaku kopi di Kabupaten Dairi, baik dari hulu hingga hilir atau mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran.

“Dengan program Agri Unggul yang berkelanjutan yang terus kita jalankan hingga saat ini, niscaya Kejayaan Kopi Sidikalang akan kembali Jaya yang secara paralel akan meningkatkan perekonomian dan mensejahterakan para petani kita dan masyarakat kita khususnya para pegiat kopi yang ada di Dairi,” pungkas Bupati Eddy Berutu. (*)

Related Articles

Back to top button