KUR Klaster Sejahterakan Petani Dairi

SINDEKA.id – Pemerintah Kabupaten Dairi, Sumatera Utara memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membantu petani jagung dan kopi menghadapi sulitnya ekonomi saat ini. Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan program KUR klaster jagung dan kopi untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh petani mulai dari permodalan, bibit hingga pupuk.
Ia juga memastikan hasil panen petani akan tersalurkan dengan harga jual yang layak. Eddy juga meminta petani tidak perlu khawatir, sebab ada asuransi jika petani menghadapi gagal panen akibat bencana.
Pencanangan program KUR klaster jagung ditandai penanaman perdana benih jagung dilakukan Eddy KA Berutu didampingi Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perilanan, Robot Simanullang dan Kepala Bidang Sarana Prasarana, Eben Gurning di Desa Maju, Kecamatan Siempat Nempu akhir belum lama ini.
Melalui program KUR klaster jagung, kita harapkan akan memotivasi budidaya jagung karena memdapat dukungan pemerintah. Adapum dukungan dimaksud yakni permodalan.
“Di mana, program KUR klaster jagung, hasil kerja sama Pemkab Dairi dengan PT Bank Sumut cabang Sidikalang dengan bunga pinjaman rendah serta syarat sangat ringan,” ujar Eddy.
“Lewat program itu, petani sangat terbantu permodalan. Benih dan pupuk kita sediakan, baik jumlah maupun tepat waktu,” imbuh Eddy.
Menurut Eddy penyuluh pertanian lapangan (PPL) dimaksimalkan mendampingi petani.bHasil produksi akan ditampung dengan harga yang disepakati.
Pencanangan KUR Klaster di Kecamatan Tanah Pinem
Pemerintah Kabupaten Dairi canangkan KUR Klaster jagung di Kecamatan Tanah Pinem dengan membagikan alat pertanian dan bibit jagung hibrida kepada kelompok tani. Pencanangan dan pembagian bibit tersebut diberikan langsung oleh Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu di dampingi Anggota DPRD Dairi Fraksi Golkar Charles Tamba dan Sekretaris Daerah Budianta Pinem di Aula Kantor Kecamatan Tanah Pinem.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati mengatakan sangat senang bisa hadir bertatap muka langsung dengan para kelompok tani. Kehadiran dari jajaran Pemerintah Kabupaten Dairi diharapkan memberikan semangat kepada seluruh masyarakat khususnya kelompok tani.
Untuk tanaman jagung, Eddy Berutu berujar di tahun 2021 pertumbuhan produksinya meningkat sebesar 278 ton atau 21% dikarenakan jumlah lahan yang juga meningkat. ..
“Kita harapkan kombinasi dengan cara bertanam dan cara pupuk yang tepat akan bisa berdampak bagi petani. 2500 hektar lagi kita kejar untuk capai tanam jagung 5000 hektar,” kata Bupati.
Saat ini situasi pertanian dikatakan Bupati Dairi Eddy Berutu tidak mudah karena sarana dan prasarana agak terkendala, salah satunya tentang pupuk subsidi. Terkait hal tersebut, Dirjen Kementerian Pertanian telah turun ke Dairi pada saat gerakan tanam kopi beberapa waktu yang lalu dan telah menjelaskan apa yang menjadi penyebab pupuk subsidi langka.
Saat ini Pemerintah Kabupaten Dairi telah mencanangkan KUR Klaster Kopi dan Jagung. Dengan hadirnya KUR Klaster tersebut, diharapkan produksi jagung khususnya tidak menurun, bahkan akan meningkat.
Selanjutnya, untuk bantuan alat pertanian, Ia mengucapkan hal itu bisa terwujud karena adanya dukungan dari DPRD lewat anggaran yang telah diusulkan oleh pemerintah.
“Terimakasih kepada dewan salah satunya kepada Pak Charles Tamba yang turut hadir dalam acara ini. Melalui kesempatan ini, saya ajak kelompok tani atau petani untuk masuk ke dalam KUR Klaster jagung. Pemerintah komit akan mencari segala cara untuk meningkatkan produksi jagung,” ucap Eddy Berutu.
Peran PPL juga sangat diharapkan untuk selalu hadir meyakinkan petani sehingga semangat untuk bertanam jagung semakin meningkat. Kepala Desa sebagai pemimpin di desa juga diharapkan ikut mendukung KUR Klaster jagung dimaksud.
“Bantuan bibit jagung dan alat pertanian ini kiranya dapat digunakan dengan sebaik mungkin sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian jagung,” ujar Eddy Berutu di akhir sambutannya.
Sementara itu, Charles Tamba mengatakan Pemerintah Kabupaten Dairi pastinya akan komit untuk membangun, namun pasti ada masyarakat yang tidak puas dengan pembangunan yang telah dijalankan. Dengan keterbatasan anggaran, Charles Tamba berujar Bupati Dairi terus berupaya untuk membangun Dairi, salah satunya dengan pemberian bantuan bibit jagung dan alat pertanian ini.
“Pembangunan akan bisa berjalan jika pemerintah dan masyarakat saling berkolaborasi. Jika ini terjadi maka visi dan misi pemerintah mewujudkan Dairi unggul dalam harmoni keberagaman yang mensejahterakan masyarakat dapat terwujud. Kita apresiasi atas atensi yang dilakukan oleh Bupati dalam membangun Kabupaten Dairi ini,” ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Robot Simanullang menyampaikan bahwa benih jagung yang dibagikan sebanyak 4,5 ton varietas Asia 92 kepada kelompok tani. Untuk alat pertanian akan dibagikan sebanyak 7 alat penanam jagung dan 1 mesin panen jagung.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Tanah Pinem, Danramil Tanah Pinem, Camat Tanah Pinem Sion Sembiring, jajaran Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, serta para Kepala Desa se-Kecamatan Tanah Pinem.

Bupati Dairi Ajak Pengurus Gereja Perkenalkan KUR Klaster
Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu mengajak pengurus Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) memperkenalkan layanan kredit usaha rakyat (KUR) kepada warga jemaat, terkhusus mereka yang berprofesi sebagai petani.
Hal ini disampaikan saat menghadiri Syukuran Tahun Baru dan Launching Tahun Pengembangan Kreativitas Pelayan dan Pelayanan HKI Daerah IV Dakota tahun 2023 di Gereja HKI Resort Sidikalang akhir-akhir ini.
Pada kesempatan ini, Bupati menjelaskan bahwa kondisi global yang tidak stabil memberikan dampak pada seluruh sektor termasuk penyediaan pupuk. Bahan baku yang mahal dan langka mengakibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak mampu mensubsidi biaya pupuk kimia yang mahal.
“Pemerintah Kabupaten Dairi menawarkan solusi melalui KUR Klaster. Melalui program ini, nantinya akan diberikan saprodi pertanian, bibit, pupuk dan saat panen harga jualnya akan dijamin, sekitar 15-20% dari harga pasar,” tutur Bupati.
“Di sini kalau memungkinkan, HKI turun tangan mensosialisasikan layanan KUR ke tengah-tengah umat. Jika ada jemaat yang berprofesi sebagai petani, bisa membentuk kelompok tani yang baru atau bergabung dengan kelompok yang sudah ada. Setelah dua hingga tiga kali masa panen, petani akan semakin merasakan manfaat KUR klaster,” ujarnya.
Di akhir sambutan, Bupati mengucapkan terimakasih kepada HKI karena senantiasa mendoakan dan mendukung program pemerintah.
“Saya ucap terimakasih karena HKI selalu mendukung dan mendoakan program pemerintah. Kami mohon dukungan agar Dairi Unggul yang kita cita-citakan dapat terwujud. Saya juga mohon dukungan dan doa dalam melanjutkan kepemimpinan mewujudkan harmoni dalam keberagaman,” kata Bupati.
Petani Penerima KUR Klaster Tanam Kopi Bersama
Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu bersama petani penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) klaster melakukan penanaman kopi di Desa Perjuangan, Kecamatan Sumbul.
Tak hanya petani, Kepala Dinas Pertanian Ketahahan Pangan Robot Simanullang, perwakilan PT Bank Sumut, PT Dairi Agro Sejahtera (DAS), PT Wahana dan CV Dairi Agri Firm (DAF) ikut melakukan penanaman.
Usai melakukan tanam bersama Bupati menyampaikan tujuan penanaman ini adalah untuk meningkatkan pendapatan kesejahteraan petani sekaligus membantu petani memperoleh dukungan pembiayaan modal melalui kopi.
“Gerakan ekosistem pertanian yang kita lakukan ini harus menguntungkam petani. Sejak dulu kopi Sidikalang sudah termasyur yang mampu menghidupi kita dan keluarga, termasuk berhasil dalam pendidikan sebagai hasil pertanian kopi,” kata Bupati.
Bupati juga menyampaikan rasa syukurnya atas program yang sudah direncanakan sejak 1,5 tahun lalu bersama Dinas Pertanian sudah menendekati 1 juta bibit kopi.
“Di tahun 2022 ini sistemnya semakin komplit, perbankan ikut hadir, petani kita beri bibit serta pendampingan oleh PPL, lalu hasilnya kita jamin ada pembeli. Jadi, petani tidak pusing nyari uang, fokus saja produksi, pasca panennya sudah kita siapkan,” ujar Bupati penuh semangat.
Menurut Bupati Eddy semua pembiayaan tergantung pada Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan luas lahan masing-masing petani. Nantinya, kata Bupati menambahkan, setelah RAB nya ditetapkan, maka jumlah kreditpun akan disesuaikan.
“Ada perjanjian antara perbankan dan petani sebagai jaminan bahwa mereka (red;petani) akan mendapat suplai alat -alat produksi pertani yang dibutuhkan. Petani pun dimudahkan dengan pembayaran yang dilakukan pasca panen, bunga disubsidi juga diberikan pemerintah sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional. Sangat ringan, hanya 6 persen setahun tanpa agunan, asal punya lahan dan komit bertani. kita berharap dengan demikian petani tidak akan kesulitan mendapat akses pupuk, bibit bersertifikasi, pembiayaan disubsidi agar mendapat bantalan modal lebih besar untuk meningkatkan harga,” kata Bupati mengakhiri.
Kepala Dinas Pertanian Robot Simanullang mengatakan ekosistem KUR klaster kopi dan jagung memang selalu menemui kendala dalam prosesnya, namun pemerintah dalam hal ini dinas pertanian berusaha agar petani tetap memperoleh kemudahan mengkases fasilitas KUR dari perbankan ini
“Memang selalu ada kendala, misalnya saja, petani yang memiliki pinjaman berjalan di bank, akan mempersulit petani mendapat KUR klaster ini. tapi kita akan tetap carikan solusi, seperti penanaman serentak yang kita lakukan har ini, ada 7 Ha yang kita tanam salah satunya di desa ini,” ujar Robot.
Turut hadir dalam tanam bersama ini, Camat Sumbul, Tetap Lingga, perwakilan PT Bank Sumut, PT DAS, PT Wahana, CV. DAF dan petugas PPL. Hadir juga kelompok-kelompok tani yang ada di desa Perjuangan seperti Mekar Tani, Dosroha Nauli, Setia Tani, Maju Tani , Roda Tani Jaya, Maju Tani, Sauduran, Tornauli,Lestari Tani, Marlana, Sepakat, Usaha Bersama, dan Bangkit Bersama. (*)




