Metode Gasing Untuk Dairi Cerdas

SINDEKA.id – Profesor Yohanes Surya, pencipta metode berhitung Gampang Asik dan Menyenangkan (Gasing) memuji inisiatif yang dilakukan Bupati Dairi, Dr. Eddy Keleng Ate Berutu menghadirkan metode yang diciptakannya tersebut untuk para pelajar di Kabupaten Dairi.
“Ini luar biasa, semangat bupatinya sangat luar biasa. Bahkan Pak Bupati ingin secepatnya anak-anak didik di Dairi pintar berhitung. Target Bapak Presiden saja itu November, tapi Pak Bupati ingin di bulan September semua sudah pintar berhitung. Saya sangat salut pada semangatnya,” kata Yohannes saat wawancara usai penutupan pelatihan.
Yohanes juga menceritakan sosok Bupati Eddy Berutu adalah pemimpin yang selalu punya inovasi. Dirinya mencontohkan, pelatihan metode Gasing tahap ke-2 yang melibatkan kepolisian, dalam hal ini personil Polres Dairi.
“Ini juga inisiatif dari Pak Bupati dan Pak Kapolres. Ini pertama kali di Indonesia. Ini yang perlu dicatat, tidak ada yang terpikir bagaimana melibatkan polisi dalam kegiatan ini, padahal dampak positifnya setelah ini Pak Polisi akan bisa turut mengimbas kegiatan ini dan polisi menjadi sahabat masyarakat. Ide ini hebat sekali. Orang lain perlu tau dan tiru ide ini karena ini sesuatu yang baik,” katanya menegaskan.
Didukung Pemerintah Pusat Pengembangan Metode Gasing
Kabupaten Dairi ditunjuk oleh Menko Marves Luhut Panjaitan dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjadi salah satu dari tiga daerah percontohan dan pelopor, mewakili Sumatera Utara, untuk pelatihan matematika dengan metoda Gasing (gampang, asyik, menyenangkan) untuk murid SD/SMP seluruh Indonesia.
Penunjukan ini dilakukan dalam rapat terbatas Menko Marves dan Mendagri dengan beberapa kepala daerah di Kantor Kementerian Dalam Negeri.
Ada 10 daerah di seluruh Indonesia yang ditunjuk Mendagri menjadi percontohan pelatihan matematika dengan metode Gasing tersebut, antara lain Dairi, Humbang Hasundutan, Tapanuli Selatan, Bitung, Gunung Mas, Banda Aceh, dan lainnya.
Rapat terbatas tersebut dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan. Selain Luhut, Mendagri Tito Karnavian dan Pemrakarsa metode Gasing Prof. Yohanes Surya juga hadir dalam rapat tersebut.
Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu yang hadir langsung dalam rapat tersebut menyambut gembira penunjukan Dairi tersebut.
Bupati Eddy mengatakan pelatihan matematika metode Gasing akan terus diintensifkan di Kabupaten Dairi.
“Penunjukan Dairi sebagai percontohan ini kita terima dengan senang hati dan akan kita implementasikan segera kepada anak didik kita SD dan SMP di seluruh Dairi,” kata Eddy Berutu.
Dia berharap penunjukan ini akan semakin meningkatkan kualitas pendidikan di Dairi sehingga Dairi Unggul sesuai program Pemkab bisa terwujud.
“Karena Dairi Unggul itu salah satunya adalah keunggulan kualitas manusianya. Metode Gasing ini tentu akan semakin mempercepat keunggulan terutama siswa-siswa kita,” ucap Bupati.
Seperti diketahui, pembelajaran matematika metode Gasing dikembangkan oleh tokoh sains dan matematika Indonesia Prof. Yohanes Surya.
Metode ini membuat pelajaran matematika yang selama ini menjadi momok bagi siswa, menjadi lebih mudah dan menyenangkan.
Di Dairi, metode Gasing ini telah diterapkan dalam sebuah pelatihan kepada perwakilan.

Latih 33 ribu Siswa Dairi Pintar Matematika
Program berhitung matematika dengan metode gampang, asyik, dan menyenangkan (Gasing) yang dikembangkan Prof. Yohanes Surya tahun 2023 ini menargetkan 33 ribu siswa setingkat SD dan SMP di Kabupaten Dairi pintar matematika.
Program Gasing yang sudah dimulai dan diikuti sebanyak 31 sekolah dasar baik negeri dan swasta bersama Prof.Yohanes Surya) tahun lalu, kini berlanjut.
Kegiatan yang diadakan di SMK Anugerah Sitinjo ini, berlangsung sejak 4 Mei hingga 20 Mei 2023 mendatang dibuka oleh Bupati Dairi Dr.Eddy Keleng Ate Berutu, akhir-akhir ini.
Dalam sambutannya Bupati menyampaikan konsep merdeka belajar yang dicanangkan Menteri Pendidikan, Riset, dan Teknologi agar bangsa kita bisa keluar dari middle income trap.
“Dengan kegiatan pelatihan ini saya sangat bersyukur semangat dan motivasi dari para guru dan tenaga pengajar yang sangat besar dalam mengikuti pelatihan ini mencerdaskan SDM Kabupaten Dairi. Program ini tak akan jalan bila berjalan sendiri. Kita harus bekerja keroyokan menuntaskan program pemerintah pusat dan juga program Dairi Cerdas,” katanya mengawali sambutan.
Eddy Berutu menambahkan program Gasing ini sepanjang yang diketahui adalah metode belajar yang sangat bagus.
Dijelaskan, berdasarkan pengamatan dan kondisi di lapangan seperti saat ini tantangan terbesarnya bukan pada anak didik kita namun lebih ke tenaga pengajarnya.
Tapi, kata Bupati, dirinya yakin tenaga pengajar kita mau belajar lagi metode ini.
“Saya memahami apa yang bapak ibu guru rasakan, karena ini sesuatu metode yang baru.Tapi bersemangatlah, buka hati dan pikiran untuk anak-anak kita. Ini kelak menjadi karya kita untuk anak anak bangsa. Bapak dan ibu guru adalah harapan kami untuk Dairi Cerdas, Dairi Unggul,” kata bupati mengakhiri.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Fatimah Boang Manalu menyampaikan sejak diadakan tahun 2022 lalu, program Gasing kali ini diikuti oleh 30 sekolah SD dan SMP dengan perwakilan setiap sekolah sebanyak 4 siswa.
“30 trainer akan dilatih dalam kegiatan ini. Sehingga bila ditotal Kabupaten Dairi akan memiliki 61 trainer terlatih yang akan melanjutkan tongkat estafet pelatihan Gasing di Dairi,” kata Fatimah.
Acara ini juga dihadiri unsur Forkopimda, Kapolres Dairi AKBP. Wahyudi Rahman, Kadis Pendidikan Fatimah Boang Manalu, Camat Sitinjo Simon Toni Malau, para kepala sekolah SD dan SMP, Kepsek SMK Anugerah Sitinjo Mesra Pitri Bako, trainer dari Yayasan Teknologi Indonesia Jaya, serta para pelajar peserta pelatihan.
Manfaat Metode Gasing Bagi Peserta Didik
Pelatihan Belajar Matematika dengan metode gampang, asyik, dan menyenangkan (gasing) tahap II Kabupaten Dairi telah resmi ditutup oleh Bupati Dairi di Auditorium Gedung Perpustakaan Raja Naga Jambe Sidikalang.
Kegiatan pelatihan yang telah berlangsung selama dua minggu tersebut mendapat respons dari berbagai pihak yang turut terlibat dalam pelatihan tersebut.
Salah satunya seperti disampaikan Sahat Sihombing, orang tua peserta gasing, yang mengaku senang dan mendukung pelaksanaan program gasing di Dairi. Menurut Sahat, pelatihan gasing tersebut memberikan manfaat kepada anaknya.
“Setelah mengikuti pelaksanaan gasing ini, anak saya mengalami beberapa perubahan dalam hal cara belajar dan cara penyampaian. Kalau pulang ke rumah, yang dipraktikkan adalah cara berhitungnya yang sudah lebih cepat,” ujar Sahat.
Setelah mengikuti kegiatan gasing, ujar Ayah dari Yuni Salfa Sihombing, sang anak semakin disiplin dan semakin rajin belajar. Disampaikan Sahat, hal ini tercipta karena pembinaan yang senantiasa dilakukan oleh tenaga pendidik dan juga trainer.
“Program gasing ini layak dilaksanakan untuk semua siswa yang ada di Dairi, sehingga anak didik bisa lebih cepat berhitung, meningkatkan kemampuan untuk belajar, dan mencerna pelajaran yang diberikan guru di sekolahnya. Diharapkan kemampuan numerasi setiap siswa dapat meningkat dan memenuhi standar yang ada,” ujar Sahat.
Pada kesempatan yang sama, Yuni Salfa Sihombing juga menyampaikan kesannya saat mengikuti pelatihan gasing.
“Kami di sekolah belajar pembagian, perkalian, pengurangan, dan penjumlahan dengan matematika gasing. Kami disitu belajar sambil bernyanyi, menari, dan melompat-lompat,” ujar Yuni.
Siswa yang duduk di kelas IV SD Negeri 037992 Lae Pinagar tersebut juga mengaku senang dengan guru dan trainer yang ramah dan menyenangkan.
Hal yang sama juga disampaikan guru pendamping SD Negeri 037992 Lae Pinagar, Kecamatan Sumbul Lenny Sidabariba.
Menurut Lenny, metode gasing memberikan konsep-konsep baru yang menyenangkan, sehingga peserta didik tidak lagi merasa takut dengan pelajaran matematika.
“Dulunya matematika itu menakutkan bagi siswa, tetapi setelah mengikuti gasing mereka semakin bersemangat, semakin tertantang, dan menyukai matematika dengan soal-soal perkalian, pembagian, pengurangan, dan penjumlahan. Mereka merasa ini adalah suatu tantangan yang baru bagi mereka,” ujar Lenny.
Selanjutnya, Lenny juga menyampaikan harapannya agar metode-metode baru yang telah dipelajari saat mengikuti gasing dapat diterapkan di sekolah masing-masing dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta didik yang ada di Kabupaten Dairi, khususnya di SD Negeri 037992 Lae Pinagar.
“Kedepannya, setelah dilakukan pengimbasan kepada siswa belum mengikuti gasing, dapat menciptakan pembelajaran yang gampang, asyik, dan menyenangkan. Sehingga anak-anak di Dairi semakin menyukai matematika,” ujar Lenny.
Siswa Dairi Akui Metode Gasing Ajarkan Belajar Matematika dengan Cepat dan Gampang
Siswa SD dan SMP peserta pendidikan dan pelatihan (Diklat) metode Gasing (gampang, asyik, menyenangkan) mengaku pelajaran matematika menjadi sangat gampang dan mudah ditangkap.
Metode yang dikembangkan Prof. Yohannes Surya ini diakui beberapa peserta Diklat tahap 2, antara lain Yuliani Samosir, Nurlaima Manik, Geisha Ginting, Marchello Lumban Raja, Andreas Refano, Regina Simbolon, Dean Silalahi, Evan Girsang, Riahdo Sitanggang, dan Alfonsus Siboro, di sela jam istirahat Diklat metode gasing.
“Kami sangat senang dan semangat, untuk mempelajari metode gasing ini. Metode ini sangat luar biasa dan di sini kami mendapatkan cara berhitung yang belum kami terima di sekolah kami. Di sini kami diajari bagimana caranya berhitung cepat baik penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Trainer nya juga sangat ramah dalam membimbing kami sehingga kami cepat menangkap,” ujar Nurlaima Manik.
Mereka mengucapkan terima kasih kepada Prof. Yohannes Surya karena sudah mengembangkan metode gasing ini dan bersedia membagikan ilmu kepada para pelajar yang ada di Dairi.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Dairi Eddy Berutu, karena telah menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga kami semakin cerdas sehingga Dairi Cerdas, Dairi Unggul dapat terwujud,” tuturnya.
Ketua pelaksan metode Gasing Kabupaten Dairi Padang S.Pd mengatakan bahwa kegiatan tahap 2 yang diselenggarakan di yayasan Anugerah Sitinjo akan berlangsung selama 15 hari, terhitung sejak Kamis-Sabtu (4-20/5/2023) lalu.
“Diklat ini diikuti oleh 31 sekolah, di mana dari SD sebanyak 20 sekolah, SMP sebanyak 11 sekolah. Untuk Diklat ini, menghadirkan 14 trainer. Setiap sekolah masing-masing ada 5 peserta, di mana 4 siswa dan 1 guru pendamping,” ucapnya.
Ditambahkan Padang, matematika Gasing merupakan suatu cara belajar matematika dengan lebih gampang, asyik dan menyenangkan yang dilakukan langkah demi langkah untuk mencapai hasil yang diharapkan selama pembelajaran matematika.
Dikatakannya, dalam metode gasing, proses pembelajaran matematika dilakukan secara bertahap, setiap langkah disusun sedemikian rupa dan penguasaan materi dibangun dari materi sebelumnya. Dengan demikian, peserta didik dapat melihat korelasi antara satu konsep dengan konsep lainnya tanpa melupakan konsep yang sudah dipelajari sebelumnya.
“Dengan metode ini, peserta didik juga dibiarkan untuk bermain dan bereksplorasi dengan alat peraga sehingga mereka benar-benar dapat mengetahui konsep yang sedang dipelajari. Sehingga mereka dapat memahami hal-hal abstrak melalui hal konkrit agar lebih mudah dipahami,” katanya. (*)




