15 Tahun Menunggu, Baru Cair …!

SINDEKA.id – Pencairan modal usaha hingga Rp10 juta bisa tanpa jaminan di Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Sumut tahun 2022 untuk pelaku usaha.
Pelaku usaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) bisa akses program pembiayaan KUR Bank Sumut untuk kebutuhan modal usaha.
Dengan keringanan dalam syaratnya yaitu tanpa jaminan, KUR Bank Sumut dengan plafond atau limit pinjaman Rp10 juta juga memiliki suku bunga yang ringan.
Nurjanah Ujung, salah satu warga desa Lau Tawar, Kecamatan Tanah Pinem menjadi satu dari sekian warga penerima bantuan modal KUR Klaster UMKM di kecamtan ini.
Nurjanah mengaku sudah 15 tahun terakhir ini mencari pinjaman modal untuk meningkatkan usaha sarapan pagi miliknya.
Nurjanah yang ditemui Selasa (26/04/2022) mengaku merasa terbantu dengan pemberian bantuan modal dari Bank Sumut awal Maret lalu.
"Sangat terbantulah pak. Sudah 15 tahun saya mencari pinjaman modal seperti ini, sekarang baru cair," kata Nurjanah sambil tertawa terbahak.
Nurjanah yang saban hari berjualan sarapan pagi seperti lontong dan mie ini bercerita, Ia mengaku awalnya kurang yakin, namun setelah memenuhi semua persyaratan, ternyata harapannya untuk memiliki tambahan modal terwujud.
"Saya dapat tambahan modal Rp.10 juta, saya pergunakan sepenuhnya untuk usaha saya. Bunga yang dibebankan pun sangat rendah hanya 6% per tahun, sekitar 0,5 % per bulannya. Enaknya lagi, pinjaman saya tanpa agunan," kata Nurjanah.
Hal senada diungkapkan Safriyanti boru Pinem. Ia mengaku mendapat tambahan modal 10 juta, juga tanpa agunan. Ia bercerita, sokongan dana ini, sangatlah membantu keberlangsungan usahanya.
"Walau hanya usah kecil-kecilan, bantuan modal ini sangatlah membantu. Dengan lama pinjaman selama 2 tahun, saya bisa menggunakan modal untuk meningkatkan usaha saya. Semoga usaha saya ini makin lancar, agar pengembalian pinjaman saya juga lancar," ungkap Safiyanti.
Lain Safiyanti, lain pula dengan Basri Ginting. Basri juga adalah salah seorang penerim KUR Klaster di Kecamatan Tanah PInem khusus tanaman Jagung. Basri, yang memiliki lahan jagung kurang lebih 1 hektar ini mendapat bantuan berupa pupuk, biaya traktor, bibit jagung 3 zak, dan pupuk petro organik sebanyak 10 zak.
Tidak hanya itu, Basri menjelaskan, Ia juga mendapat bantuan pupuk pasca tanam jagung sesuai kebutuhan.
"Setelah tanam kami dapat bantuan pupuk seperti Ponska, dan Urea sesuai kebutuhan. Kalau dulu kami menggunakan jasa ijon, tapi ya kita sudah sama-sama taulah bagaimana kalau kita menggunakan ijon. Jadi bagi kami program pemerintah yang ditangkap oleh pemkab Dairi dalam memberi bantuan moda usaha ini sangatlah membantu. Terimakasih buat pemkab Dairi," kata Basri mengakhiri pembicaraan.
Sebagai informasi, KUR adalah program pemerintah untuk mendorong penyaluran kredit perbankan ke pelaku usaha kecil. Normalnya, bunga pinjaman KUR adalah 9% pada tahun 2022.
Namun, pemerintah memberikan tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3% hingga Juni 2022 ini. Dengan tambahan subsidi, bunga pinjaman KUR menjadi 6%
Terbaru, pemerintah memperpanjang tambahan subsidi bunga KUR 3% sampai Desember 2022. Dilansir dari website Sekretariat Kabinet, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah akan memperpanjang tambahan subsidi bunga KUR 3% hingga Desember 2022.
Pemerintah juga menurunkan subsidi bunga KUR tahun 2022 untuk KUR Super Mikro sebesar 1%. Lalu bunga KUR Mikro turun 0,5%. Bunga KUR Pekerja Migran Indonesia (PMI) turun 0,5%. Langkah itu diambil dengan melihat adanya penurunan cost of fund dan peningkatan efisiensi Over Head Cost (OHC) suku bunga KUR.
Selain itu, pemerintah juga menetapkan beberapa perubahan kebijakan KUR antara lain perubahan plafon KUR Mikro (tanpa agunan tambahan) yang sebelumnya di atas Rp 10 juta hingga Rp 50 juta, menjadi di atas Rp 10 juta hingga Rp 100 juta. Kemudian dilakukan perubahan KUR khusus atau klaster tanpa pembatasan akumulasi plafon KUR untuk sektor produksi (nonperdagangan)



