Daerah

Paroki St. Fransiskus Assisi Padang Bulan Gelar Sosialisasi Yubileum 800 Tahun Transitus Santo Fransiskus

MEDAN, SINDEKA.id — Paroki St. Fransiskus Assisi Padang Bulan, Medan, menggelar Sermon Paroki dengan materi Sosialisasi Yubileum St. Fransiskus Assisi, Minggu, 26 April 2026, di Aula Paroki St. Fransiskus Assisi, Padang Bulan, Medan.

Kegiatan dibuka oleh Pastor Paroki RP. Lucio Adrianus Engkar, OFMConv. Acara turut dihadiri jajaran Dewan Pastoral Paroki atau DPP St. Fransiskus Assisi Padang Bulan, Dewan Pastoral Stasi, Dewan Pastoral Lingkungan, pengurus kelompok kategorial, kelompok doa, pendamping OMK, Sekami Anak dan Remaja, serta PLBKS se-paroki.

Dalam sambutannya, Pastor Paroki mengatakan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya paroki mengajak umat memahami makna Tahun Yubileum 800 Tahun Transitus Santo Fransiskus Assisi.

“Yubileum ini menjadi kesempatan bagi umat untuk memperbarui iman, memperkuat persaudaraan, dan menghidupi kembali semangat Santo Fransiskus dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Pastor Adri.

Narasumber kegiatan, Pastor Fictorium Natanael Ginting, OFMConv, memaparkan bahwa Yubileum Fransiskan bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan undangan rohani untuk bertobat, berdamai, dan meneladani hidup Santo Fransiskus. Dalam paparannya, Yubileum Fransiskan dimaknai sebagai peringatan 800 tahun wafat atau Transitus Santo Fransiskus Assisi, dengan penekanan pada warisan spiritualitas kemiskinan, perdamaian, dan kasih terhadap alam ciptaan.

“Santo Fransiskus mengajarkan bahwa damai sejati lahir dari hati yang bertobat. Karena itu, Yubileum ini mengajak kita menjadi pembawa damai di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat,” kata Pastor Fictorium.

Pastor Fictorium juga menjelaskan bahwa Tahun Yubileum Santo Fransiskus menjadi momentum untuk menghidupi spiritualitas Pax et Bonum, yakni damai dan kebaikan. Umat diajak memperbarui relasi dengan Allah, sesama, diri sendiri, dan seluruh ciptaan.

Dalam kesempatan itu, Suster Adriana menyampaikan terkait gerakan dan keterlibatan umat selama Tahun Yubileum. Ia menekankan pentingnya partisipasi umat dalam kegiatan ziarah, doa, rekonsiliasi, serta aksi nyata yang mencerminkan semangat kesederhanaan dan persaudaraan.

Keuskupan Agung Medan sebelumnya telah menetapkan Tahun Santo Fransiskus sebagai Yubileum 800 Tahun Transitus yang berlangsung sejak 22 Maret 2026 hingga 10 Januari 2027. Dalam surat Uskup Agung Medan, Mgr. Korenelius Sipayang, OFMCap. Kepada seluruh Pastor Paroki, rekan Imam, para Religius dan seluruh umat Allah se-Keuskupan Agung Medan, umat diajak menghidupi tiga gerakan pastoral utama, yakni pewartaan spiritualitas Fransiskan, aksi profetis bagi perdamaian dan keadilan, serta rekonsiliasi dan pembaruan hidup.

Dalam surat tersebut juga menyebutkan 37 tempat ziarah Yubileum di wilayah Keuskupan Agung Medan. Salah satunya adalah Gereja Paroki St. Fransiskus Assisi Padang Bulan, yang termasuk dalam daftar gereja paroki atau kuasi yang dilayani OFMConv.

Melalui kegiatan ini, Paroki St. Fransiskus Assisi Padang Bulan berharap umat semakin memahami makna Yubileum dan terdorong mengambil bagian dalam pembaruan hidup injili. Semangat Santo Fransiskus diharapkan tidak berhenti pada perayaan, tetapi hadir dalam tindakan nyata: hidup sederhana, membangun persaudaraan, merawat ciptaan, dan menjadi pembawa damai. (*)

Related Articles

Back to top button