Kampus

Unika Santo Thomas Kukuhkan Prof. Kornel Munthe dan Prof. Nurdin Sitohang sebagai Guru Besar

MEDAN, SINDEKA.id — Universitas Katolik Santo Thomas mengukuhkan dua guru besar dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar di Bina Media Convention Hall, Medan, Jumat, 8 Mei 2026.

Dua akademisi yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Kornel Munthe, SE., M.Si sebagai Guru Besar Manajemen Keuangan dan Prof. Dr. Ir. Nurdin Sitohang, MP sebagai Guru Besar Ilmu atau Sains Pertanian.

Dalam sidang terbuka tersebut, Prof. Kornel menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Penerapan Keuangan Berkelanjutan atau Sustainable Finance untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan.” Sementara Prof. Nurdin membawakan orasi ilmiah berjudul “Pengembangan Kakao Rakyat di Dataran Tinggi Sumatera Utara.”

Prof. Kornel mengatakan, pengukuhan sebagai guru besar merupakan amanah akademik yang harus dijalankan melalui pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Pengukuhan ini bukan akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Melalui kajian keuangan berkelanjutan, saya berharap dunia usaha semakin menyadari bahwa kinerja perusahaan tidak hanya diukur dari laba, tetapi juga dari keberlanjutan, tata kelola yang baik, dan manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Prof. Kornel.

Sementara itu, Prof. Nurdin menekankan pentingnya pengembangan kakao rakyat sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi petani dan komoditas pertanian daerah.

“Pengembangan kakao rakyat di dataran tinggi Sumatera Utara memerlukan kerja bersama antara kampus, petani, pemerintah, dan dunia usaha. Ilmu pertanian harus hadir menjawab kebutuhan nyata masyarakat, terutama dalam meningkatkan produktivitas, mutu komoditas, dan kesejahteraan petani,” kata Prof. Nurdin.

Rektor Unika Santo Thomas, Prof. Dr. Maidin Gultom, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas pengukuhan dua guru besar tersebut.

“Bertambahnya guru besar di Universitas Katolik Santo Thomas adalah kehormatan sekaligus energi baru bagi kampus. Prof. Kornel dan Prof. Nurdin telah menunjukkan dedikasi panjang dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Kami berharap capaian ini semakin memperkuat budaya akademik, riset, dan pengabdian Unika Santo Thomas,” ujar Maidin.

Ketua Yayasan Santo Thomas, RD Petrus Simarmata, turut menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya guru besar di lingkungan Unika Santo Thomas.

“Yayasan menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pengukuhan dua guru besar ini. Capaian tersebut menjadi tanda bahwa Unika Santo Thomas terus bertumbuh sebagai lembaga pendidikan tinggi yang setia pada mutu, pelayanan, dan pembentukan manusia yang berintegritas,” ujar Pastor Petrus.

Acara pengukuhan turut dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah I, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D., jajaran senat universitas, pimpinan yayasan, rektor, civitas akademika Unika Santo Thomas, dosen, tenaga kependidikan, keluarga besar guru besar yang dikukuhkan, serta para undangan.

Rangkaian acara diawali dengan registrasi undangan, prosesi akademik pimpinan dan senat universitas, doa pembuka, pembukaan Sidang Terbuka Senat Universitas Katolik Santo Thomas, pembacaan surat keputusan, sambutan Kepala LLDIKTI Wilayah I, penayangan video profil, orasi ilmiah, hingga prosesi pengukuhan guru besar.

Pengukuhan Prof. Kornel dan Prof. Nurdin menjadi bagian dari penguatan sumber daya akademik Unika Santo Thomas.

Dengan bertambahnya guru besar, Unika Santo Thomas berharap dapat terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat riset, dan memperluas kontribusi kampus bagi masyarakat, dunia usaha, serta pembangunan daerah. (*)

Back to top button