Daerah

Bayi Meninggal saat Proses Kelahiran di RSUD Sidikalang, Begini Kronologisnya

 

SINDEKA.id – Pemberitaan Kasus bayi keluarga Simanullang/br Lumban Batu, meninggal dunia saat proses kelahiran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Minggu (05/02/2023), pihak RSUD pun berikan fakta-fakta.

RSUD Sidikalang, melalui dr.Mey Sitanggang memberikan penjelasan dan kronoligis bahwa benar pasien datang ke RSUD Sidikalang, Sabtu  (04/02/2023) namun dalam kondisi sudah mengalami pendarahan.

"Pukul 18.40, Pasien tiba diruangan VK RSUD Sidikalang diantar oleh Bidan dan keluarga, dengan kondisi pasien mengalami pendarahan," kata dr.Mey, Minggu (05/02/2023) di RSUD Sidikalang bersama suami Pasien, Simanullang.

Dijelaskan dr.Mey pada saat pemeriksaan awal oleh petugas, kondisi denyut jantung janin (DJJ) memang sudah lemah.

"Kondisinya memang sudah gawat janin, lalu oleh petugas melaporkan ke dokter, dokter menginstrukaikan agar dilakukan USG. Usai USG diperoleh hasil bahwa kondisi janin lemah, kemudian dianjurkan lakukan persiapan operasi, emergency", katanya lagi.

Mengingat Hemoglobin (Hb) pasien saat itu adalah 7, dokter menyarankan untuk menunggu transfusi darah agar dapat dilakukan operasi.

Dijelaskan lagi, Hb ibu melahirkan itu minimal 10,  jadi sambil menunggu donor, kondisi pasien tetap dipantau. Namun saat dilakukan operasi, bayi tidak menangis, kemudian oleh tim medis diberi pertolongan, namun tidak tertolong lagi, dan bayi dinyatakan meninggal

"Pada Pukul 22.58  WIb, Bayi dinyatakan exitus (meninggal). Yang juga disaksikan dihadapan ayah pasien, dokter dan perawat. Jadi, secara kronologisnya, Riwayat  bayi lahir secara SC, dengan indikasi solutio placenta + anemia dengan
Diagnosa lahir mati intrapartum. Terakhir
kita lakukan serah terima bayi dengan ayah dan keluarga pasien," kata dr. Mey mengakhiri. 

Sementara itu, ditempat yang sama, suami pasien, Simanullang menyampaikan bahwa pelayanan yang Ia terima dari tim medis RSUD Sidikalang sudah baik.

"Kami sudah terima pelayanan rumah sakit dengan baik, sejak tiba di rumah sakit, Hanya saja Tuhan berkehendak lain," kata Simanullang.

Simanullang menceritakan, awalnya istri mengalami  pendarahan sejak dari pasar pada Sabtu itu, lalu saya coba bawa ke Bidan boru Silaban di Kampung Karo.

"Oleh bidan, disarankan untuk sebaiknya di bawa ke rumah sakit saja. Lalu kami bergegas ke RSUD Sidikalang juga didampingi oleh bidan," katanya.

Related Articles

Back to top button